Benar-benar membuat miris, dan justru ironisnya yang membuat angka kelaparan sangat tinggi bukan disebabkan karena buruknya hasil panen, tetapi karena mahalnya harga kebutuhan pokok, khususnya di Negara-negara berkembang, yang mayoritas penduduknya berpenghasilan rendah.
Hampir seluruh penduduk di Negara-negara berkembang mengalami kekurangan nutrisi. Di Asia dan Pasifik, diperkirakan 642 juta orang menderita kelaparan kronis. Di Sub-Saharan Afrika, ada 265 juta. Di Amerika Latin serta Karibia ada 53 juta orang. Sedangkan di wilayah timur dan utara Afrika ada 42 juta orang. Sementara itu di beberapa negara berkembang lainnya, ada sekitar 15 juta jiwa yang mengalami kelaparan.
Kelompok negara maju yang bergabung dalam G-8 Juli lalu berjanji mengucurkan dana USD 20 miliar dalam kurun waktu 3 bulan untuk membantu negara miskin dalam program swasembada pangan. Hal itu mengisyaratkan agar dunia Internasional bisa fokus untuk memerangi kasus kelaparan di dunia
Menurut Dirjen FAO, Jacques Diouf, sebenarnya ada banyak solusi secara teknis dan ekonomis untuk menanggulangi masalah kelaparan, tapi karena tidak ada keinginan yang kuat untuk menerapkannya, membuat masalah kelaparan ini tidak akan bisa dituntaskan untuk selama-lamanya.
Penanggulangan kasus kelaparan bisa dilakukan dengan program jangka panjang berupa investasi di bidang pengembangan pertanian harus lebih ditingkatkan dariapada hanya berinisiatif memerangi kelaparan akut dengan menyediakan suplai makanan secara mendadak.
0 komentar:
Posting Komentar